Yuk Lihat Proyek Blockchain Polkadot, Crust Network (CRU)

Crust Network, proyek cloud terdesentralisasi yang dibangun sebagai Polkadot Parachain, mengumumkan penyelesaian tahap pembiayaan Putaran A. 

Para investor yang terlibat dalam putaran ini antara lain NGC Ventures, AU21 Capital, Bitscale Capital, Chain Capital, DFG, HashCIB, IOSG, KNS Group, Lotus Capital, Origin Capital, SNZ, Bitrise Capital, Consensus Lab, Waterdrip Capital, Ti Capital dan lainnya. 

Selain itu ada beberapa investor strategis putaran awal seperti Chengdu Infichain Technology yang juga memberikan investasi tambahan pada Putaran A ini.

Baca juga: Setelah DeFi di 2020, Ini Prediksi Tren Blockchain Tahun 2021!

Crust Network juga mengumumkan kemitraan dengan Bitcoin.com, Bithumb, Darwinia, dan Maskbook. Lembaga investasi dan mitra dalam putaran ini akan membantu Crust Network dalam pembangunan infrastruktur cloud publiknya yang luas di masa mendatang. 

Tidak hanya itu, nantinya kemitraan ini juga akan berupaya lebih dalam meningkatkan implementasi protokol inti, dan mendorong lebih banyak proyek aplikasi yang akan dibangun di Crust Network.

Apa itu Crust Network?

Crust sebuah proyek blockchain, penyimpanan cloud terdesentralisasi, mengimplementasikan protokol layer (lapisan) insentif untuk tempat penyimpanan terdesentralisasi dengan mengadaptasi protokol layer seperti InterPlanetary File System (IPFS) dan memberikan dukungan pada layer di dalam aplikasi. 

Tidak hanya itu, arsitektur jaringan Crust juga memberikan dukungan pada komputasi layer terdesentralisasi dalam membangun ekosistem cloud terdistribusi.

Crust sendiri terdiri dari layer konsesnsus yang mengusung beban kerja (workload), layer konsensus pada blockchain, dan layer penyimpanan atau komputasi cloud terdistribusi.

Perbedaan Crust Network dan Jaringan Lain

Perbedaan penting Crust Network sebagai penyimpanan yang mengusung konsep IPFS dengan jaringan lainnya terletak pada cara penyimpannya. Sebut saja, jaringan Filecoin, kapasitas penyimpanan Filecoin mengharuskan setiap node untuk secara berkala memberikan bukti ke jaringan. Bukti ini dihitung oleh node melalui bukti berdasarkan file yang disimpannya. 

Sedangkan, lantaran node Crust mendukung teknologi Trusted Execution Environment (TEE), ia dapat memeriksa file secara lokal di node dan secara berkala membuat laporan beban kerja yang ditandatangani oleh TEE. Metode inspeksi lokal Crust membuat jaringan tidak memerlukan perkenalan bukti yang kompleks dan dapat mengurangi biaya komputasi. 

Pada saat yang sama, dibandingkan dengan laporan periodik yang dihasilkan oleh bukti tanpa pengetahuan, laporan beban kerja Crust jauh lebih kecil, yang mengurangi penggunaan sumber daya jaringan.


Gabung segera dengan komunitas Crust Network di Indonesia dan follow juga Twitter resmi dari Crust Network!

Saat ini token CRU sudah diperdagangkan di beberapa exchange ternama dunia seperti Houbi Global.