Selagi Lebanon Protes Bank Sentral, JPMorgan Mulai Dukung Bitcoin

Runtuhnya mata uang Lebanon memicu protes massa di seluruh negeri pada hari Kamis lalu, sementara itu ekonomi negara tersebut menghadapi krisis terburuk dalam beberapa dekade ini. Sementara itu, bank investasi multinasional JPMorgan memuji Bitcoin karena kekuatannya bertahan di tengah kekacauan global.

Selama beberapa dekade, pound Lebanon (L £) dipatok pada £ L1.500 terhadap dolar. Namun, minggu lalu terjadi kehancuran besar, hal ini dimulai dengan harga yang semula £ 4,000 sama dengan $ 1 menjadi L £ 7,000 banding $ 1, nilai tukar terendah yang pernah terjadi.

“Ini adalah pasar tunai, bukan pasar valas yang biasa,” Nasser Saidi, mantan wakil gubernur bank sentral, mengatakan kepada Financial Times. “Bank sentral tidak lagi dapat melakukan intervensi.”

Sebagai akibatnya, protes meletus pada Kamis malam lalu sebagai bentuk protes dan mengecam anggapan tidak adanya tanggapan pemerintah terhadap krisis.

Terjadi Krisis Global

Ekonomi di seluruh dunia menderita akibat pandemi virus corona. Bank-bank sentral telah berupaya dalam meringankan ketegangan keuangan yang disebabkan oleh pandemi ini dengan hanya mencetak lebih banyak uang.

Baca juga: Triliunan Dicetak AS, Bitcoin jadi Lindung Nilai?

Federal Reserve AS telah mengucurkan triliunan dolar AS dari perbendaharaan AS per bulan untuk membuat ekonomi berputar. Hal ini membuat utang nasional AS melampaui $ 26 triliun hingga Juni ini. Namun, para ahli memperingatkan bahwa kebijakan moneter yang tidak konvensional hanya dapat dipertahankan selama ini.

JPMorgan yang Semula Musuh, Mulai Dukung Bitcoin

Terlepas dari malapetaka ekonomi global, Bitcoin bertahan dengan sangat baik. Lebih lagi Bitcoin telah sepenuhnya pulih dari kehancurannya pada pertengahan Maret lalu, yang jatuh harga hingga hampir 40%.

Bahkan JPMorgan, salah satu “musuh” awal Bitcoin, mulai mengubah sikapnya terhadap aset. Laporan dari bank tersebut mengatakan daya Bitcoin yang dapat bangkit kembali setelah kehancurannya pada bulan Maret lalu menjadikan Bitcoin “sebagai kelas aset dengan umur panjang”, paling tidak di benak para ahli strategi JPMorgan, lapor Bloomberg.

Baca juga: JPMorgan Bermitra dengan Exchange Crypto, Ini Dampak Positifnya

Namun, mereka keberatan, daripada disebut emas digital yang dibangun untuk menghadapi badai resesi yang menjulang, Bitcoin lebih cocok disebut alat untuk spekulasi. “Aksi harga menunjuk pada penggunaan berkelanjutan Bitcoin lebih sebagai kendaraan untuk spekulasi daripada alat tukar atau penyimpan nilai,” tulis laporan tersebut.

Namun demikian, laporan itu mengakui bahwa struktur pasar Bitcoin tetap lebih tangguh daripada mata uang, ekuitas, dan bahkan safe haven utama itu sendiri, emas. Hal ini kembali mengingatkan bahwa CEO Jamie Dimon Once pernah menyebut Bitcoin sebagai “penipuan”, hal ini mungkin merupakan pil pahit bagi JP Morgan untuk ditelan.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini

The post Selagi Lebanon Protes Bank Sentral, JPMorgan Mulai Dukung Bitcoin appeared first on Coinvestasi.