Maraknya Pencurian Alamat IP, Sinyal Positif Bagi Blockchain?

Belum lama ini warga Amerika Serikat dihebohkan khususnya bagi mereka para pengguna Internet dimana dikabarkan terjadi pencurian alamat IP sebanyak 750 ribu jika diuangkan kerugian dari aksi pencurian ini berkisar lebih dari $9 juta dolar.

Aksi pencurian ini
dilakukan oleh seorang pria asal Charleston, Carolina Selatan, Amerika Serikat.
Yang mana, ia beraksi dengan membuat situs-situs palsu untuk mendapatkan akses alamat
IP para korbannya, kebanyakan pelaku membajak alamat IP melalui banyak
perusahaan tempurung (sebutan bagi para perusahaan aktif namu seperti tidak
terlihat memiliki kegiatan usaha dan aset).

Diketahui dari
Departemen Kehakiman Amerika Serikat, pelaku bernama “Mr. Golestan” dan didakwa
dengan 20 tuduhan penipuan dengan melibatkan surat menyurat secara elektronik
di pengadilan AS minggu ini.

Alamat-alamt IP itu
diserahkan kepada Golestan oleh American Registry of Internet Numbers ( ARIN).
Dalam kasus ini seringkali, Golestan meminta alamat-alamat IP tersebut terkait
dengan bisnis membuat itu terlihat sah dengan cara memalsukannya. Dia kemudian
menjual kembali alamat IP tersebut untuk mendapatkan uang tunai.

Tentu saja kita dibuat
terheran-heran dengan aksi curang yang dilakukan Golestan dengan mencuri dan
mendapatkan alamat IP dari ARIN, yang sesungguhnya memiliki tugas dan tanggung
jawab untuk mengamankan dan memproteksi alamat-alamat IP tersebut, malah dalam
kasus ini terlihat begitu mudah diklabuhi oleh Golestan.

Namun aksi pencurian
yang dilakukan oleh Golestan sebentar lagi akan disidangkan pada minggu ini,
dan alamat-alamat IP yang ia curi saat ini sudah dikembalikan kepada pihak ARIN.

Blockchain Solusi dari Pencurian Alamat IP?

Berdasarkan kasus yang
terjadi pada Golestan, kita bisa menyimpulkan bahwa sistem keamanan yang
digunakan oleh ARIN saat ini masih memiliki kelemahan sehingga butuh adanya
perbaikan sistem keamanan.

Inilah yang perlu
dilakukan oleh ARIN, salah satunya dengan menggunakan Blockchain, dimana saat
ini ARIN hanya berpusat pada server (ter-sentralisasi) sehingga memudahkan bagi
pelaku untuk melakukan peretasan dan pencurian.

Berbeda halnya  dengan teknologi Blockchain yang menawarkan solusi sistem teknologi yang menganut “desentralisasi” yaitu tidak terpusat pada server saja melainkan banyak server  serta teknologi buku besar yang terdistribusi membantu transparansi dalam mengetahui siapa yang memiliki alamat IP.

Tindakan lebih lanjut
harus segera dilakukan oleh ARIN terkait kasus pencurian 750 ribu alamat IP,
dan teknologi yang siap saat ini untuk mengatasi masalaj tersebut adalah
Blockchain.

Suka atau tidak suka bahwa
perkembangan teknologi kian pesat saja dari waktu ke waktu, sehingga perbaikan
dalam segi sistem berbasis teknologi perlu dilakukan apalagi hal ini menyangkut
masalah keamanan.

Apakah Anda setuju
bahwa Blockchain merupakan solusinya?

Sumber

The post Maraknya Pencurian Alamat IP, Sinyal Positif Bagi Blockchain? appeared first on Coinvestasi.