Jepang Memimpin Rencana Negara G20 untuk Meregister Bursa Mata Uang Kripto Global

Promo IQ OPTION INDONESIA penghasilan profit hingga 100% per kontrak trade

Dilansir dari CCN, penggunaan kripto untuk pencucian uang akan semakin sulit jika rencana kelompok negara atau blok G20 terwujud. Nikkei Asian Review melaporkan bahwa negara-negara G20 sedang menyususn kesepakatan yang bertujuan untuk menciptakan sistem pendaftaran atau registry bursa mata uang kripto.

Blok negara dengan ekonomi paling kuat di dunia tersebut berharap langkah ini akan menutup celah yang telah dieksploitasi oleh para pencuci uang sejak awal adanya bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Rencana tersebut akan diumumkan ketika bank sentral dan menteri keuangan negara-negara G20 bertemu di Fukuoka Jepang bulan depan. Tantangan terkait kripto seperti perlindungan pelanggan dan pencucian uang akan dibahas di pertemuan puncak tersebut.

Pemantau sistem keuangan global, Dewan Stabilitas Keuangan (FSB), bulan lalu telah menyerahkan kepada menteri keuangan dan bank sentral G20 sebuah “direktori regulasi dan mandat pengawasan otoritas di yurisdiksi anggota FSB” berkenaan dengan aset kripto yang ada saat ini. Di Fukuoka nanti, FSB juga akan melaporkan kepada G20 tentang pekerjaan yang akan dilakukan untuk mengatasi risiko yang ditimbulkan oleh mata uang kripto. Direktori ini diterbitkan bulan lalu dan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pada aset kripto.

Pilihan Jepang sebagai tuan rumah KTT sangat tepat mengingat bahwa negara Timur Jauh itu memiliki beberapa peraturan mata uang kripto yang paling progresif di antara negara G20 dan bahkan di seluruh dunia. Jepang juga dapat menawarkan blueprint tentang cara mengoperasikan registri bursa kripto yang telah mereka miliki selama bertahun-tahun.

Jepang telah menderita atas banyaknya serangan bursa mata uang digital dengan ratusan juta dolar telah hilang. Untuk menanggapi masalah itu secara bersama, Jepang menawarkan pelajaran berharga bagi blok G20 tersebut.

Negara G20 lain yang relatif progresif terkait penanganan mata uang kripto adalah Korea Selatan. Tidak mengherankan, mata uang nasional Jepang dan Korea Selatan adalah bitcoin kedua dan ketiga yang paling banyak diperdagangkan secara global. Meskipun kedua negara tersebut menjadi yang terbesar ketiga dan terbesar ke 11 berdasarkan nominal PDB (Produk Domestik Bruto).

Hal itu sangat kontras dengan negara-negara lain di blok G20 seperti Tiongkok, yang sektor mata uang kripto-nya menghadapi pembatasan berat. Misalnya, bursa kripto dilarang, meskipun individu tidak dibatasi memiliki dan menggunakan bitcoin.

India juga merupakan contoh lain dari anggota blok G20, yang pihak berwenangnya mengambil sikap anti-kripto. Sebagai permulaan, Reserve Bank of India melarang lembaga keuangan yang diaturnya menawarkan layanan mereka untuk bursa kripto. Hal ini telah ditunjukkan dengan adanya beberapa bursa kripto di India yang pindah ke luar negeri atau menutup bursa tersebut.

Sumber: CCN

The post Jepang Memimpin Rencana Negara G20 untuk Meregister Bursa Mata Uang Kripto Global appeared first on CoinDaily.