Ini yang Membuat Bitcoin Aman Terhadap Peretasan

Bitcoin telah terbukti mampu bertahan dari serangkaian tekanan dan juga ancaman. Tapi apa ya yang membuat Bitcoin sebagai raja aset crypto begitu aman?


“Crypto” adalah kependekan dari kriptografi; lebih khusus lagi, “kriptografi kunci publik”.

Artinya, ia menggunakan kunci privat dan publik untuk memastikan keaslian dan integritas transaksi; signature digital Bitcoin ditandatangani menggunakan sesuatu yang disebut Elliptical Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA).

Satu-satunya cara bagi seseorang untuk mendapatkan kunci privat dari kunci publik tertentu adalah dengan melakukan pencarian brute force dengan mencoba setiap nilai yang mungkin untuk kunci privat dan melihat apakah kunci tersebut menghasilkan kunci publik yang sesuai.

Secara praktis, itu tidak mungkin, karena ada 1.077 kemungkinan kombinasi. Hal ini lah yang membuat jaringan Bitcoin dan Blockchain aman dan cukup tangguh untuk mengatasi serangan peretasan.

Kemudian, hal cerdas tentang Bitcoin adalah ia dijalankan di blockchain. Sebuah “blok” hanyalah sekumpulan transaksi yang baru diproses.

Setiap blok terhubung ke batch transaksi sebelumnya dengan fungsi kriptografi satu arah yang akan membentuk “rantai”.

Baca juga: Blockchain: Teknologi Ajaib di Balik Kehebatan Bitcoin

Blockchain adalah buku besar,  kamu dapat menambahkan informasi ke dalamnya, tetapi blok yang sudah ditulis tidak akan bisa diubah.  Seolah-olah semua transaksi terkubur di bawah beban blok lainnya.

Artinya, orang tidak dapat begitu saja membalikkan transaksi dari seminggu yang lalu, seperti yang mungkin dilakukan oleh perusahaan kartu kredit  setelah kamu “tidak sengaja” membeli sesuatu.

Keamanan Bitcoin Dibanding Keuangan Tradisional

Ekosistem keuangan tradisional bergantung pada pihak-pihak yang tersentralisasi seperti bank untuk menyimpan catatan transaksi dan mencegah transaksi penipuan.

Namun itu berarti  kamu bergantung pada pihak-pihak tersebut agar membuat aset uang mu aman.

Bisa saja memang aman, namun jika ada oknum bank yang jahat aset mu bisa saja disalah gunakan dengan pemalsuan sejumlah bukti transaksi di rekening.

Hal ini berbeda dengan Bitcoin yang menggunakan blockchain. Alih-alih uang  atau aset disimpan dalam database terpusat, rentan terhadap satu titik kegagalan, uang ada di mana-mana (atau, lebih tepatnya, catatan transaksi didistribusikan di antara banyak pihak yang terpisah).

Setiap orang yang menjalankan perangkat lunak Bitcoin dengan “node” komputer bertanggung jawab untuk memverifikasi transaksi.

Mayoritas node harus lebih atau kurang untuk menyatakan setuju terhadap catatan transaksi akurat sebelum dapat disetujui. Proses ini otomatis, jadi tidak ada yang mengklik “Setuju” setiap 10 menit blok baru dibuat.

Bagi seseorang yang ingin membajak blockchain, mereka membutuhkan akuisisi dan koordinasi sumber daya yang sangat besar dan nyaris tidak mungkin untuk memanipulasi transaksi.

Blockchain Bitcoin Bersifat Publik

Setiap orang dapat melihat transaksi di blockchain Bitcoin. Ini adalah buku besar publik. Meskipun itu berarti seseorang dapat melihat apa yang ada di dompet pengguna lain, mereka tidak tahu itu milik pengguna yang mana karena alamat hanya berupa serangkaian kata acak.

Selain itu, mereka tidak dapat mengambil uang orang lai, karena hanya orang tersebut yang memegang kunci pribadi ke alamat Bitcoin yang dapat memindahkan dana.

Karena itu para pengguna Bitcoin harus menjaga kunci pribadi untuk mengakses wallet Bitcoin di tempat yang aman dan pastikan tidak bocor ke orang lain.

Baca juga: Apa itu Bitcoin Wallet Address ? Panduan Lengkap untuk Pemula

Namun yang perlu dijadikan perhatian adalah, Bitcoin dan Blockchain memang tidak dapat diretas.

Tapi bursa tempat kamu menyimpan aset bisa saja disusupi hacker, karena itu pastikan memilih bursa yang sudah terbukti keamanannya, jauh dari kontroversi dan sebaiknya pilih yang memiliki asuransi pengembalian dana nasabah jika hal buruk terjadi.

Baca juga: Daftar Platform Jual Beli Bitcoin Legal di Indonesia

Artikel ini bisa didapatkan kembali di sini