Harga Dolar Jatuh Lagi Januari 2019

Harga Dolar Jatuh Lagi Januari 2019

Dolar AS jatuh pada mata uang penting yang lain di hari Senin sesudah komentar dari Federal Reserve menurunkan kecemasan mengenai pengetatan kebijaksanaan serta dimulainya putaran baru perundingan perdagangan AS-China yang menggerakkan hasrat resiko.

Perbincangan perdagangan dua hari diawali di Beijing di hari ini sesudah pengumuman beberapa langkah stimulus baru oleh pemerintah China di hari Jumat, yang mempunyai tujuan menangani laju perlambatan ekonomi yang tajam.

Investor mengharap jika Washington serta Beijing bisa sampai persetujuan perdagangan mendalam sebelum akhir gencatan senjata 90 hari kedepan saat perang dagang.

Kedua pihak mempunyai waktu sampai 1 Maret untuk bikin persetujuan, sesudah itu Presiden AS Donald Trump janji untuk meningkatkan tarif jadi 25%, dari 10%, atas import produk China sejumlah $200 miliar.

Indeks dolar AS – yang mengukur kemampuan greenback pada enam mata uang penting – turun 0,29% jadi 95,47 pada jam 15.19 WIB.

Dolar didesak lebih rendah sesudah Ketua Fed Jerome Powell merekomendasikan jika bank sentra akan bersabar pada kebijaksanaan moneter tahun ini.

Di hari Jumat, Powell menjelaskan jika The Fed tidak ada pada jalan kenaikan suku bunga yang sudah diputuskan serta itu akan peka pada resiko penurunan pasar yang tengah memperhitungkan harga.

Walau keinginan di hari Jumat lebih kuat Data pekerjaan AS bulan Desember, banyak analisa yakin jika negara ekonomi paling besar dalam dunia kehilangan momen serta kenaikan suku bunga selanjutnya ialah perihal paling akhir yang diperlukan. Komentar Powell jika bank sentra “siap untuk merubah sikap kebijaksanaan” menggerakkan sentimen investor serta kirim saham AS melompat di hari Jumat.

Dolar mengungguli mata uang yang lain pada 2018 sebab The Fed jadi hanya satu bank sentra penting yang meningkatkan suku bunga. Bila Fed menjaga suku bunga pada 2019, analisa lihat kesempatan tipis yang mengapresiasi greenback selanjutnya.

2-tahun serta 10-tahun Imbal hasil treasury AS turun tajam saat beberapa minggu paling akhir yang tunjukkan jika pedagang obligasi lihat dikit kesempatan kenaikan suku bunga Fed tahun ini untuk meningkatnya peluang perlambatan perkembangan di ekonomi paling besar dunia.

Akan tetapi, beberapa analisa masih tetap lihat ruangan buat Fed untuk meningkatkan suku bunga pada 2019.

“Data pekerjaan AS yang kuat Jumat lantas tunjukkan jika kecemasan krisis terlalu berlebih,” kata Philip Wee, pakar taktik mata uang di DBS dalam satu catatan.

“Fed berupaya untuk hentikan kenaikan suku bunga, pasar peluang sudah maju dengan sendirinya dalam menggerakkan imbal hasil obligasi AS 2-tahun serta 10-tahun dibawah Fed Funds Rate minggu lantas,” imbuhnya.

Wee menjelaskan dia masih tetap menginginkan Fed untuk meningkatkan suku bunga ke 2x tahun ini.

Euro kuat pada dolar AS, dengan EUR/USD naik 0,37% jadi 1,1434.

Pada yen, greenback melemah, dengan USD/JPY kehilangan 0,36% diperjualbelikan pada 108,11.

Dolar Australia, seringkali dipandang seperti acuan hasrat resiko global, tambah tinggi dengan AUD/USD yang paling akhir beralih tangan 0,716,di level terkuat semenjak 20 Desember.

Greenback melemah pada dolar Kanada berkaitan komoditas, dengan USD/CAD turun 0,16% jadi 1,3350 sebab rebound dalam harga minyak.

Pound menyentuh level tambah tinggi, dengan GBP/USD kuat 0,13% jadi 1,2741. Investing.com