Crypto Insiders: Inflasi Buat Bitcoin Rally

Ambang kegagalan fiat dan meluasnya inflasi yang berasal dari meroketnya utang publik dapat membuka jalan bagi bitcoin (BTC) untuk memasuki arus utama dalam satu atau dua tahun ke depan, kata para pemain industri crypto terkemuka.

Berbicara dalam podcast baru-baru ini di acara The Crypto Gathering dari Real Vision, Nic Carter, seorang mitra di Castle Island Ventures dan co-founder dari firma analisis pasar crypto Coin Metrics, menyatakan bahwa pembicaraan mengenai “gelombang kegagalan mata uang berdaulat ini, mirip dengan krisis keuangan Asia akhir 1990-an, dan mirip dengan (periode) Uni Soviet di mana mata uang berdaulat gagal” membuat adanya kesempatan bagi crypto.

Inflasi Buat Bitcoin dan Crypto Lainnya Dipandang

Industri Crypto akan sangat terbuka menerima orang-orang yang mulai meninggalkan mata uang fiat demi mencari alternatif lain.

Carter berkata,

“Hal ini masih regional. Tetapi akan menular. Kita mulai menghadapi kesulitan dalam banyak mata uang berdaulat lainnya. Ada banyak hutang, dunia sangat berhutang budi pada pasar regional, dan sayangnya, saya pikir itu akan … (berdampak) pada puluhan atau ratusan juta orang. Dan bagi sebagian orang tersebut, mereka akan dapat menggunakan jalan finansial crypto untuk keluar dari mata uang mereka yang berdaulat. “

Para pemain crypto lainnya setuju. Seperti Tuur Demeester, seorang ekonom dan pendiri dana lindung nilai bitcoin, Adamant Capital, menyatakan bahwa adanya tekanan yang berpotensi membuat tingkat inflasi semakin meningkat. Apalagi dengan tanggapan pemerintah AS terhadap pandemi virus korona yang umumnya melibatkan dorongan belanja publik besar-besaran.

“Inflasi adalah tema besar untuk 12 hingga 24 bulan ke depan. Alasan ini berubah… Mengacu pada 2008, pertanyaan yang diajukan adalah ‘haruskah kita bailout?’ Tetapi saat ini, itu bukan lagi bahasan. Yang dipikirkan sekarang ini hanyalah tentang berapa banyak, dan seberapa cepat (uang dikeluarkan),” klaim Demeester.

Bahkan Demeester mengisyaratkan akan ada perubahan besar yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Lebih lanjut ia menambahkan kekhawatirannya karena peristiwa ini mengingatkannya pada ” apa yang terjadi pada akhir 1780-an di Prancis ketika mereka berakhir dengan hiperinflasi dan Revolusi Prancis.”

“2017 – adalah rally yang didorong oleh keserakahan dalam bitcoin. 2020 dan 2021, saya pikir, akan didorong oleh ketakutan. Dan itu sangat eksplosif. Hal ini sama seperti kita melihat orang-orang berdiri dalam antrian dengan kertas toilet dan daging sapi, saya pikir mereka akan mengantri membeli bitcoin dan emas. Ini merupakan waktu untuk membeli asuransi sebelum rumah Anda terbakar,” kata Demeester. Lebih lanjut, “rumah itu belum benar-benar terbakar.”

Sementara itu, Robert Breedlove, pendiri dan CEO investasi crypto dan perusahaan konsultan sekuritas digital Parallax Digital, mengatakan ia berpikir, dengan situasi makro ekonomi yang goyah seperti ini, sangat bermanfaat bagi cryptocurrency. Misalnya seperti prediksi kenaikan harga Bitcoin menyusul popularitasnya sebagai alternatif yang ada.

Ia juga menyatakan,

“Saya tahu kedengarannya radikal untuk saat ini, tetapi, seperti yang kita ketahui, Bitcoin memang bergerak secara geometris dengan cepat. Saya pikir ketika ia berhasil menembus  [USD] 100.000, dunia baru benar-benar akan terbangun. Tahun 2017 silam adalah semacam pemanasan untuk apa yang akan datang. Mungkin itu akan terjadi lagi dalam 12, 24, 36 bulan, atau lima tahun lagi, siapa yang tahu? Tetapi acuan ini (…) berada pada titik all-time-high. ”

Beberapa saat lalu, BTC diperdagangkan pada USD 9.333 dan naik hampir 1% dalam sehari. Harganya belum berubah dalam seminggu ini. 

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini

The post Crypto Insiders: Inflasi Buat Bitcoin Rally appeared first on Coinvestasi.